Grading pola menjadi salah satu tahap penting dalam proses pembuatan pakaian, terutama ketika satu desain harus dibuat dalam berbagai ukuran. Bayangkan kamu sudah punya pola kaos ukuran M yang pas, lalu ingin memproduksinya dalam ukuran S, L, XL, sampai XXL. Kamu tentu tidak akan menggambar pola baru dari nol untuk setiap ukuran, kan? Nah, di sinilah grading pola dibutuhkan.
Sederhananya, grading pola adalah proses mengembangkan satu pola dasar menjadi beberapa ukuran dengan tetap mempertahankan bentuk dan proporsi pakaian. Teknik ini banyak digunakan dalam industri konveksi, garment, clothing brand, hingga usaha fashion skala kecil.
Buat kamu yang baru belajar pattern making, istilah ini mungkin terdengar cukup teknis. Padahal, konsep dasarnya bisa kamu pahami dengan cukup sederhana. Yuk, kita bahas cara membuat grading pola yang benar untuk berbagai pakaian.
Apa Itu Grading Pola?
Grading pola adalah proses mengubah pola pakaian dari satu ukuran ke ukuran lainnya berdasarkan standar ukuran tertentu.
Misalnya, kamu memiliki pola dasar kaos ukuran M. Dari pola tersebut, kamu ingin membuat ukuran S, L, XL, dan XXL. Daripada membuat ulang seluruh pola, kamu bisa melakukan grading dengan memperbesar atau memperkecil bagian-bagian tertentu sesuai selisih ukuran.
Namun, grading bukan sekadar memperbesar seluruh pola secara bersamaan. Setiap bagian pakaian memiliki perubahan ukuran yang berbeda. Lebar badan, panjang baju, lingkar lengan, bahu, dan bagian lainnya perlu disesuaikan berdasarkan ukuran dan desain pakaian. Itulah kenapa grading pola membutuhkan perhitungan dan titik acuan yang jelas.
Apa Saja yang Dibutuhkan untuk Grading Pola?
Sebelum mulai, ini beberapa hal yang harus kamu siapkan:
Pola dasar
Pilih satu ukuran yang akan menjadi acuan. Biasanya pattern maker menggunakan ukuran tengah seperti M, tetapi pilihan ini bisa berbeda tergantung sistem ukuran yang kamu gunakan.
Tabel ukuran
Kamu perlu mengetahui ukuran setiap size yang ingin dibuat. Misalnya:
| Ukuran | Lingkar Dada | Panjang Baju |
|---|---|---|
| S | 96 cm | 68 cm |
| M | 100 cm | 70 cm |
| L | 104 cm | 72 cm |
| XL | 108 cm | 74 cm |
Angka di atas hanya contoh. Setiap brand bisa memiliki standar ukuran sendiri.
Alat gambar
Untuk manual grading, kamu bisa menyiapkan penggaris, pensil, penghapus, meteran, kertas pola, dan alat bantu lainnya.
Titik grading
Tentukan bagian mana yang akan berubah ketika ukuran naik atau turun. Ini penting supaya pola tidak sekadar membesar, tetapi tetap memiliki proporsi yang masuk akal.
Cara Grading Pola untuk Berbagai Ukuran Pakaian
Sekarang masuk ke bagian yang paling penting. Bagaimana sebenarnya cara grading pola?
Tentukan Ukuran Dasar
Pertama, tentukan pola yang akan menjadi acuan. Misalnya kamu sudah memiliki pola kaos ukuran M yang sudah diuji dan hasil fitting-nya sesuai. Pola tersebut kemudian menjadi base size untuk membuat ukuran lainnya.
Pastikan pola dasar sudah benar sebelum melakukan grading. Jangan melakukan grading pada pola yang masih memiliki masalah pada ukuran bahu, lingkar badan, kerung lengan, atau panjang pakaian. Kalau pola dasarnya belum pas, masalah tersebut bisa ikut terbawa ke ukuran lain.
Buat Tabel Ukuran
Selanjutnya, buat tabel ukuran yang jelas. Contohnya:
- S
- M
- L
- XL
- XXL
Kemudian tentukan ukuran setiap bagian, seperti lingkar dada, panjang badan, lebar bahu, panjang lengan, dan bagian lain sesuai jenis pakaian. Tabel ini akan menjadi acuan saat menentukan perubahan pola.
Tentukan Selisih Antarukuran
Setelah tabel ukuran selesai, cari tahu berapa selisih dari satu ukuran ke ukuran berikutnya.
Misalnya:
- S ke M bertambah 4 cm pada lingkar badan
- M ke L bertambah 4 cm
- L ke XL bertambah 4 cm
Artinya, setiap kenaikan ukuran memiliki tambahan tertentu yang perlu dibagi ke bagian pola yang sesuai. Nah, di tahap ini kamu perlu hati-hati. Jangan langsung menambahkan seluruh selisih ke satu bagian pola. Misalnya lingkar badan bertambah 4 cm, perubahan tersebut perlu didistribusikan ke bagian-bagian pola sesuai sistem grading yang digunakan.
Tentukan Titik Grading
Berikutnya, tentukan titik-titik yang akan mengalami perubahan. Pada pola kaos, misalnya, beberapa titik yang biasanya diperhatikan adalah:
- Tengah badan
- Bahu
- Kerung lengan
- Sisi badan
- Ujung bawah pakaian
- Ujung lengan
- Leher
Setiap titik memiliki arah perubahan yang berbeda.
Inilah yang membuat grading pola berbeda dari sekadar memperbesar gambar menggunakan software desain.
Geser Titik Pola
Setelah titik grading ditentukan, lakukan perpindahan titik berdasarkan selisih ukuran.
Untuk ukuran yang lebih besar, titik pola bergerak ke arah luar sesuai perhitungan. Sebaliknya, untuk ukuran yang lebih kecil, titik bergerak ke arah dalam.
Pada tahap ini, kamu perlu menjaga garis pola tetap halus.
Jangan sampai garis bahu, sisi badan, atau kerung lengan terlihat patah karena perpindahan titik yang kurang tepat.
Periksa Kembali Bentuk Pola
Setelah semua titik digeser, jangan langsung masuk produksi.
Cek kembali:
- Apakah panjang bahu masih proporsional?
- Apakah kerung lengan tetap nyaman?
- Apakah bagian samping badan bertemu dengan benar?
- Apakah panjang depan dan belakang sesuai?
- Apakah ukuran lengan mengikuti perubahan badan?
- Apakah garis leher tetap sesuai desain?
Tahap pengecekan ini penting karena perubahan kecil pada satu bagian bisa memengaruhi bagian lainnya.
Buat Sampel
Terakhir, lakukan uji coba.
Pilih ukuran yang sudah kamu grading, kemudian buat sampel menggunakan bahan yang sesuai atau bahan uji terlebih dahulu.
Lakukan fitting untuk melihat apakah pola tersebut sudah sesuai dengan ukuran yang ditargetkan.
Kalau ditemukan bagian yang terlalu sempit, terlalu lebar, terlalu panjang, atau kurang proporsional, lakukan koreksi pada pola sebelum masuk produksi dalam jumlah banyak.
Contoh Sederhana Grading Pola
Supaya lebih mudah dibayangkan, kita gunakan contoh sederhana. Misalnya pola kaos ukuran M memiliki lingkar dada 100 cm, sedangkan ukuran L memiliki lingkar dada 104 cm. Artinya terdapat selisih 4 cm pada lingkar dada.
Karena pola kaos terdiri dari beberapa bagian, selisih tersebut tidak berarti kamu tinggal menambahkan 4 cm ke satu sisi pola. Kamu perlu melihat bagaimana pola tersebut dibagi, misalnya menjadi bagian depan dan belakang serta mempertimbangkan sisi kiri dan kanan.
Prinsip sederhananya adalah:
Ukuran baru = ukuran dasar + selisih grading
Namun, penerapannya pada pola membutuhkan pembagian selisih berdasarkan titik grading.
Karena itu, setiap jenis pakaian bisa membutuhkan pendekatan berbeda. Grading untuk kaos tentu tidak selalu sama dengan grading untuk hoodie, kemeja, celana, atau jaket.
Bagian Pola yang Perlu Diperhatikan Saat Grading
Tidak semua bagian pakaian berubah dengan cara yang sama.
- Lingkar badan
Bagian ini biasanya menjadi salah satu acuan utama. Perubahan lingkar badan perlu dibagi secara proporsional pada pola depan dan belakang. - Bahu
Lebar bahu tidak selalu bertambah sebanyak lingkar badan. Karena itu, jangan menggunakan satu angka yang sama untuk semua bagian. - Kerung lengan
Kerung lengan harus tetap mengikuti bentuk tubuh dan konstruksi pakaian. Kalau grading dilakukan terlalu besar, bagian ini bisa berubah bentuk dan membuat pakaian kurang nyaman. - Panjang pakaian
Panjang baju juga perlu diperhatikan. Pakaian ukuran XL yang hanya diperbesar lebarnya tetapi panjangnya tidak disesuaikan bisa terlihat tidak proporsional. - Lengan
Lebar dan panjang lengan biasanya perlu mengikuti perubahan ukuran badan. Jangan sampai badan sudah bertambah besar, tetapi lengan masih menggunakan ukuran yang sama. - Leher
Bagian leher juga membutuhkan perhatian. Perubahan ukuran yang terlalu besar atau terlalu kecil dapat memengaruhi kenyamanan saat pakaian dikenakan.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Grading Pola
Pemula biasanya melakukan beberapa kesalahan berikut.
- Hanya memperbesar pola secara keseluruhan
Ini adalah kesalahan yang cukup umum. Grading pola bukan sekadar scale up atau scale down. Setiap titik pola memiliki fungsi dan arah perubahan yang berbeda.
- Tidak menggunakan tabel ukuran
Tanpa tabel ukuran, kamu akan kesulitan menentukan seberapa besar perubahan setiap size. Sebaiknya buat standar ukuran terlebih dahulu sebelum mulai grading.
- Base pattern belum benar
Kalau pola ukuran dasar belum melalui proses fitting, jangan buru-buru melakukan grading. Kesalahan pada pola dasar bisa ikut muncul di seluruh ukuran.
- Tidak melakukan pengecekan
Setelah grading selesai, beberapa orang langsung masuk produksi. Padahal, satu sampel bisa membantu menemukan masalah sebelum kamu memproduksi puluhan atau ratusan pakaian.
- Mengabaikan jenis pakaian
Setiap jenis pakaian memiliki karakteristik berbeda.
Grading pola kaos, hoodie, celana, jaket, dan pakaian fitted membutuhkan pertimbangan yang berbeda. Karena itu, jangan menggunakan satu aturan secara mentah untuk semua produk.
Tips Grading Pola untuk Pemula
Kalau baru mulai belajar, kamu nggak perlu langsung mengerjakan pola dengan banyak ukuran. Mulailah dari satu base size dan buat dua ukuran di atas atau di bawahnya. Misalnya: M → S → L
Setelah memahami perubahan setiap titik, kamu bisa melanjutkan ke ukuran XL, XXL, dan seterusnya.
Selain itu, biasakan mencatat setiap perubahan. Catatan ini akan sangat membantu ketika kamu membuat desain berikutnya. Kamu juga bisa membuat size chart standar brand. Dengan begitu, setiap desain baru memiliki acuan ukuran yang konsisten.
Yang paling penting, jangan hanya melihat angka. Perhatikan juga fit dan proporsi pakaian ketika dikenakan. Ukuran yang secara angka terlihat benar belum tentu menghasilkan pakaian yang nyaman.
Grading Pola dan Produksi Clothing Brand
Bagi pemilik clothing brand, memahami grading pola juga bisa membantu saat berkomunikasi dengan pattern maker atau konveksi. Kamu bisa lebih mudah memastikan apakah size chart yang digunakan sudah sesuai dengan identitas brand.
Misalnya, brand kamu ingin menawarkan potongan oversized. Maka, ukuran tidak cukup hanya dibuat berdasarkan standar kaos regular.
Kamu perlu mempertimbangkan:
- Lebar badan
- Panjang pakaian
- Drop shoulder
- Lebar lengan
- Panjang lengan
- Proporsi keseluruhan
Hal yang sama berlaku untuk fitted shirt, hoodie, jersey, jaket, dan berbagai jenis apparel lainnya.
Jadi, grading pola bukan cuma tentang membuat pakaian menjadi lebih besar atau lebih kecil. Tujuan akhirnya adalah mempertahankan karakter desain di setiap ukuran.
Kesimpulan
Grading pola merupakan proses penting untuk mengembangkan satu pola dasar menjadi berbagai ukuran pakaian. Dengan teknik ini, pattern maker tidak perlu membuat pola baru dari awal untuk setiap ukuran.
Kunci grading pola ada pada base pattern yang sudah tepat, tabel ukuran yang jelas, titik grading yang sesuai, dan proses pengecekan melalui sampel.
Buat pemula, jangan terburu-buru membuat banyak ukuran sekaligus. Mulai dari satu pola dasar, pahami perubahan setiap bagiannya, lalu kembangkan secara bertahap.
Kalau prosesnya sudah dikuasai, grading pola akan jauh lebih mudah dan bisa membantu produksi pakaian menjadi lebih konsisten, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan berbagai ukuran.
Lokasi Karunia Textile
Sebagai toko bahan kaos terlengkap di Bandung & Surabaya, Karunia Textile memiliki tiga lokasi toko yang bisa kamu kunjungi langsung untuk melihat dan memilih bahan secara langsung:
Karunia Textile Otista – Bandung
📍 Jl. Otto Iskandardinata 143A, Bandung
Toko ini berlokasi di salah satu jalan di kota Bandung. Cocok buat kamu yang berada di sekitar Bandung dan ingin langsung melihat koleksi bahan kaos secara tatap muka.
Klik untuk petunjuk lokasi Google Maps
Karunia Textile Batununggal – Bandung
📍 Jl. Batununggal Indah Raya 165, Bandung
Lokasi kedua di Bandung ini berada di kawasan perumahan Batununggal yang strategis. Buat kamu yang tinggal atau berbisnis di area Bandung Selatan, ini bisa jadi pilihan yang lebih dekat dan nyaman.
Klik untuk petunjuk lokasi Google Maps
Karunia Textile Surabaya
📍 Jl. Kapasan No. 33, Surabaya
Untuk kamu yang berada di Surabaya dan sekitarnya — Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, hingga wilayah Indonesia Timur — cabang Surabaya ini siap melayani kebutuhan bahan kaos kamu.
Klik untuk petunjuk lokasi Google Maps













































