Kalau membahas tren fashion, ternyata bukan hanya model pakaian yang berubah dari waktu ke waktu. Warna di dunia fashion juga menyimpan sejarah yang sangat menarik. Saat ini kita bisa menemukan berbagai warna pada kaos, hoodie, dress, hingga jersey. Namun, pada masa lalu beberapa warna justru menjadi simbol kekuasaan. Bahkan, masyarakat biasa tidak memiliki hak untuk mengenakan warna-warna tersebut.
Sulit dipercaya memang, padahal sekarang kita bisa membeli pakaian berwarna ungu, kuning, merah, atau emas dengan mudah. Namun ratusan bahkan ribuan tahun lalu, setiap warna memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar estetika.
Di artikel kali ini kita akan membahas warna yang dulu dianggap tabu di dunia fashion, apa saja? Yuk simak artikel berikut ini.
Kenapa Dulu Ada Warna yang Dilarang Dipakai?
Pada zaman kerajaan, warna bukan hanya soal selera. Masyarakat menggunakan warna sebagai penanda jabatan, kekuasaan, kekayaan, bahkan kedudukan seseorang.
Semakin sulit para pengrajin menghasilkan sebuah warna, semakin tinggi pula nilainya. Karena itulah raja dan kaum bangsawan menguasai penggunaan warna-warna tertentu. Selain harga pewarna yang sangat mahal, banyak kerajaan juga menetapkan aturan berpakaian agar masyarakat bisa langsung mengenali siapa yang memegang kekuasaan.
1. Ungu, Warna Paling Mewah di Dunia Kuno
Saat ini banyak orang menganggap ungu sebagai warna yang elegan dan mewah. Namun, pada masa lalu warna ini memiliki nilai yang jauh lebih tinggi. Tyrian Purple menjadi salah satu warna paling eksklusif dalam sejarah dunia fashion.
Para pengrajin membuat pewarna ungu dari ribuan siput laut yang hidup di kawasan Laut Mediterania. Mereka melalui proses yang panjang untuk mengumpulkan ribuan siput hanya untuk menghasilkan sedikit pewarna. Akibatnya, harga warna ungu menjadi sangat mahal.
Pada masa Kekaisaran Romawi, pemerintah hanya mengizinkan kaisar dan kalangan elite saja yang memakai warna ungu. Siapa pun yang mengenakannya tanpa izin bisa dianggap melanggar aturan kerajaan.
Karena sejarah inilah warna ungu hingga sekarang masih identik dengan kemewahan, prestise, dan eksklusivitas.
2. Kuning, Simbol Kekuasaan Kaisar
Dalam beberapa periode sejarah Tiongkok, masyarakat menganggap kuning sebagai simbol kekuasaan tertinggi.
Hanya kaisar yang berhak mengenakan warna tersebut. Kerajaan melarang masyarakat memakai pakaian kuning dengan nuansa tertentu karena warna itu menjadi identitas keluarga kerajaan. Melalui aturan tersebut, masyarakat bisa langsung membedakan pemimpin kerajaan dari rakyat biasa.
Namun kini situasinya jauh berbeda, dunia fashion justru menjadikan kuning sebagai salah satu warna favorit karena mampu menghadirkan kesan ceria, energik, dan penuh semangat. Selain itu, sekarang banyak juga brand yang menghadirkan warna kuning pada koleksi streetwear maupun fashion mewah.
3. Merah, Warna Kehormatan dan Kalangan Istana
Sejak dahulu masyarakat mengaitkan warna merah dengan keberanian, kehormatan, keberuntungan, dan kekuasaan.
Beberapa kerajaan di Asia, termasuk Tiongkok, hanya mengizinkan kalangan istana memakai pakaian atau motif merah pada masa tertentu. Aturan tersebut membuat warna merah memiliki nilai sosial yang sangat tinggi.
Sekarang kondisinya berubah total. Brand fashion menggunakan warna merah pada kaos, dress, hoodie, blazer, hingga jersey olahraga untuk menghadirkan kesan berani dan percaya diri. Bahkan banyak brand menjadikan merah sebagai warna identitas mereka.
4. Emas, Simbol Status Sosial Bangsawan
Selain ungu dan kuning, warna emas juga memiliki sejarah yang menarik. Banyak kerajaan di Eropa maupun Asia memakai kain dengan benang emas atau warna keemasan sebagai simbol kebangsawanan.
Melalui pakaian tersebut, masyarakat dapat langsung mengenali status sosial seseorang. Semakin banyak ornamen emas yang menghiasi pakaian, semakin tinggi pula kedudukan pemiliknya.
Saat ini industri fashion lebih sering menggunakan warna emas sebagai aksen pada gaun pesta, pakaian formal, sneakers premium, hingga koleksi fashion mewah. Meskipun semua orang bisa memakainya, warna emas tetap memberikan kesan elegan dan eksklusif.
Aturan Fashion yang Mengatur Siapa Boleh Memakai Apa
Sejarah mengenal aturan tersebut dengan nama sumptuary laws. Banyak kerajaan dan pemerintahan menerapkan aturan ini untuk mengontrol cara berpakaian masyarakat sekaligus membedakan status sosial berdasarkan jabatan, kekayaan, atau kelas sosial.
Melalui aturan tersebut, kerajaan menjaga batas antara bangsawan dan masyarakat biasa. Karena itu, mereka mengatur penggunaan warna, jenis kain, hingga aksesori yang boleh dikenakan setiap kelompok masyarakat.
Kenapa Sekarang Semua Orang Bebas Memakai Warna Apa Pun?
Perkembangan teknologi tekstil menjadi salah satu alasan utama mengapa semua orang kini bisa menikmati berbagai pilihan warna. Industri tekstil modern mampu menghasilkan warna dengan proses yang jauh lebih cepat, efisien, dan terjangkau dibandingkan ratusan tahun lalu.
Selain itu, industri fashion kini memandang warna sebagai media untuk mengekspresikan karakter, gaya hidup, dan identitas seseorang, bukan lagi sebagai penanda kasta sosial.
Sekarang siapa pun bebas memakai warna favoritnya. Ungu tidak lagi menjadi simbol khusus kaisar. Kuning bukan lagi hak eksklusif keluarga kerajaan. Merah tidak hanya melekat pada kalangan istana, dan emas kini hadir dalam berbagai koleksi fashion modern.
Saat ini, warna di dunia fashion lebih mencerminkan kepribadian, suasana hati, dan identitas sebuah brand daripada menunjukkan status sosial.
Kesimpulan
Sejarah menunjukkan bahwa warna di dunia fashion memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar mempercantik penampilan. Kekaisaran Romawi menjadikan ungu sebagai simbol eksklusivitas, Kekaisaran Tiongkok mengangkat kuning sebagai lambang kekuasaan, Berbagai kerajaan di Asia mengaitkan merah dengan kehormatan, sedangkan kerajaan di Eropa dan Asia memakai emas sebagai simbol status sosial.
Semua aturan tersebut berasal dari sumptuary laws, yaitu aturan yang mengatur penggunaan pakaian, warna, dan bahan berdasarkan kedudukan sosial.
Kini dunia fashion telah berubah. Perkembangan teknologi tekstil dan industri mode membuka kesempatan bagi semua orang untuk mengekspresikan diri melalui warna tanpa memandang status sosial. Warna yang dulu dianggap tabu kini justru menjadi bagian penting dari tren fashion modern dan terus menginspirasi berbagai koleksi pakaian di seluruh dunia.
Lokasi Karunia Textile
Karunia Textile saat ini memiliki tiga lokasi toko yang bisa kamu kunjungi langsung untuk melihat dan memilih bahan secara langsung:
Karunia Textile Otista – Bandung
📍 Jl. Otto Iskandardinata 143A, Bandung
Toko ini berlokasi di salah satu jalan di kota Bandung. Cocok buat kamu yang berada di sekitar Bandung dan ingin langsung melihat koleksi bahan kaos secara tatap muka.
Klik untuk petunjuk lokasi Google Maps
Karunia Textile Batununggal – Bandung
📍 Jl. Batununggal Indah Raya 165, Bandung
Lokasi kedua di Bandung ini berada di kawasan perumahan Batununggal yang strategis. Buat kamu yang tinggal atau berbisnis di area Bandung Selatan, ini bisa jadi pilihan yang lebih dekat dan nyaman.
Klik untuk petunjuk lokasi Google Maps
Karunia Textile Surabaya
📍 Jl. Kapasan No. 33, Surabaya
Untuk kamu yang berada di Surabaya dan sekitarnya — Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, hingga wilayah Indonesia Timur — cabang Surabaya ini siap melayani kebutuhan bahan kaos kamu.
Klik untuk petunjuk lokasi Google Maps














































